Reza Indra membaca Tulisan ini
Bung Reza, anda membaca blog dan tulisan ini, saran saya, hubungi kami secepatnya, kami pasti dapat menemukan anda. Bukan soal uang, tapi tanggung jawab..!!
Bung Reza, anda membaca blog dan tulisan ini, saran saya, hubungi kami secepatnya, kami pasti dapat menemukan anda. Bukan soal uang, tapi tanggung jawab..!!
Kawan2 sekalian, besok hari Rabu (23/7) jam 10.00 di PN Niaga rapat kreditur pertama, yang pokok acaranya adalah melakukan verifikasi kredit antara tagihan kreditur dengan data yang ada di debitur perusahaan. Untuk karyawan tagihan itu sore ini kita kompilasi dan serahkan ke kurator siang ini. Telah ada kesepakatan dengan kuasa Pluit (ibu Wiwid) untuk menyetujui besarnya pesangon dari rekomendasi depnaker.
Dengan semikian diharapkan tidak ada persoalan prinsip dengan direksi, termasuk dengan Dirkeu/Wadirut kita juga telah memberitahukan nilai yang telah direkomendasikan tersebut. jadi bagi kawan2 yang bisa hadir, silahkan hadir dan beramai-ramai datang ke acara tersebut. Dapat informasi bahwa Dirut (adam suherman) dan wadirut/dirkeu confirm untuk datang (namun pasti didampingi pengacara), jadi kalau ada yang kuangeen dengan mereka dapat datang di PN jalan gajahmada, terutama sohib saya, Capt Gonjez, ditunggu besok siang.
Sampai ketemu di PN Niaga….
Lepas Magrib tadi, saya dengan Capt Hidayat, Capt Arwanto dan Iin bertemu dengan pengacara keluarga Pluit untuk membuat kesepakatan tentang menyetujui rekomendasi dari depnaker tentang pesangon dan jasa. Mudah2an dengan demikian tidak ada masalah dalam rapat 23 Juli yad dan dapat disetujui kurator.
Mohon doa restu
Kawan-kawan, sampai senin malam jam 23.30 WIB, rekan2 di HRD masih membalas sms yang masuk menanyakan gaji dan pesangon mereka, sampai hari ini sudah ada 478 SMS, dan baru terbalas sekitar 320-an, dan besok akan dilanjutkan lagi. Kami merasa ini bukan beban, namun semata-mata kewajiban untuk memberikan informasi kepada kawan2 semua.
Mereka yang membalas SMS, yang membalas SMS antara lain, Veronica Layan, Erna, Iin, Leny. Sedangkan Ruby, Ika dan erika mencari data KTP dan alamat karyawan untuk melengkapi adminsitrasi untuk verifikasi hari Rabu yang akan datang. Pak Hidayat dan Capt Arwanto barusan pulang dari OC jam 10.15 tadi dari pertemuan dengan pengacara Pak Adam, Ibu Wiwid dkk.
Semoga kerja kecil dan ringan ini dapat memberikan informasi pada kawan-kawan semua, dan jika masih ada yang terlupakan dan salah sekali lagi kami mohon maaf
Oh ya, malam ini sekitar jam 01 nanti, 2 alat berat push back dari surabaya masuk ke OC
Salam dari OC, di Senin Malam.
Pak Djoko dan kawan2 dari bekasi menunggu DM Bekasi Reza Indra sampai senin tengah malam. Mereka bertemu dan berkumpul dengan 8 kawan2 menguber dan meminta pertanggung jawaban Reza. Ini bentuk komitmen kita mengejar aset dan memberi pelajaran bagi DM-DM atau SM-SM yang mempermainkan nasib bawahan dengan gegabah dan pongah.
Jadi Reza Indra, kemana anda, tidak ada tempat semubunyi. Sampai besok pagi pun kami akan tunggi kediaman anda..
Seperti diketahui, bahwa kita membutuhkan dana 104 milyar untuk pembayaran gaji dan pesangon. Hal ini bukan saja rumit namun membutuhkan kerja keras karena administrasi perusahaan yang tidak baik dan ada kepentingan dari beberapa pihak untuk penjualan aset tersebut.
Dari info yang saya dapat dari kurator, pihak GMF mengajukan hak retensi terhdap spare part dan aset yang ada di GMF, karena kita memiliki hutang lebih kurang 60 milyar pada perusahaan BUMN tersebut. Namun kita juga memiliki info bahwa aset kita yang sedang berada di GMF sebesar Rp. Rp. 137.778.110.000, atau seratus tiga puluh tuju milyar. Nilai ini lebih dari cukup untuk membayar uang pesangon dan gaji karyawan adamair.
Namun, untuk itu diminta kerjasama dari Pak Cholid, Drajat, Munajat & Joko Riyadi yang mengetahui posisi spare part yang ada di GMF, termasuk tentu saja direktur teknik dan Ibu Yuyuk. Karena ada beberapa informasi yang perlu diklarifikasi tentang keberadaan dan aset tersebut.
Jadi kepada Pak Cholid, Drajat, Munajat & Joko Riyadi serta Ibu Yuyuk, mohon dapat menghubungi kami di OC atau kurator secepat mungkin. Sekali lagi kita butuh kerja keras untuk mendapat dana tersebut untuk gaji dan pesangon.
Mohon Bantuan.
Untuk info gaji dan pesangon, kawan2 dapat hubungi ; 021-95321264 dan 021-99621820. Nasrullah ; 0813-15207149. Bengawan raharja ; 081318609287.
Kita minta maaf jika agak telat membalasnya, karena dijawab manual, atawa pakai jari bukan kumputer atau mesin. Insyallah tetap dibalas.
Dari Capt Denny P ;
Saya Denny Permadhi, saya sudah lama tidak ikut berkomentar di blog ini karena saya malu tidak bisa ikut serta dalam perjuangan teman2 saya ini, jadi saya hanya membaca dan berdoa saja. Tetapi kali ini saya tergelitik untuk ikut berkomentar lagi di blog ini karena saya takjub melihat begitu banyak yang sekarang menulis di blog ini setelah memasuki tahap yang berkaitan dengan uang. Sebelum ini, pada tahap perjuangan fisik( kalau boleh saya istilahkan “perjuangan fisik”) penulis2 ini pada kemana ya…? Saya salah seorang penerbang yang akan senang sekali dan ikhlas kalau memang diminta sebagian dari hak saya untuk perjuangan ini sekali lagi karena saya sadar saya lebih banyak di tempat tinggal saya di Bali ketimbang di Jakarta sehingga saya tidak bisa ikut berjuang dengan teman2 saya ini. Saya yakin teman2 penerbang juga memiliki perasaan yang sama dengan saya karena saya yakin penerbang seharusnya memiliki perasaan yang halus sehalus pada saat mereka melakukan Approach untuk Landing yang sukses. Eh… gak tau juga kalo memang ada yang gak seperti yang saya tulis diatas tadi ya… he..he..he…
Dari Lala :
Saudaraku karyawan adamair. Saya pernah ke Peta Barat, 2 minggu yang lalu, bertemu Pak Nas dan mendapat penjelasan yang rinci dan terbuka soal dana dan besarnya uang yang sudah dibagikan pada karyawan, termasuk asal uang tersebut. Yang jelas bukan dari Kurator, Pluit. Coba kawan-2 temui Pak Nas, Yayat, Kholil, Yosep yang dulu adalah karyawan bahwa mereka tidak menyembunyikan apapun. Bahkan makan siang mereka rame2 dengan ikan asin dan tempe. Adik saya kebetulan membantu di OC, setiap malam mereka mengumpulkan aset dari cabang2, bahkan sabtu dan minggu besok mereka piket sampai 24 jam, menunggu barang 3 trailer dari surabaya.
Jadi bagi Pak Iwan yang meributkan uang 10 %, silahkan anda tulis nama pilot2 yang tidak bersedia dipotong gaji dan pesangonnya, pasti dikembalikan. Saya tahu mereka miskin tapi memiliki jiwa besar untuk berbagi, bahkan ada bagian dapur yang gaji 750 ribu bersedia membantu temannya yang baru melahirkan. Anda bisa lihat juga ada kawan dari ambon yang diusir dari kos, dipinjamin kasur dan bantal bahkan mobil untuk pindah kerumah saudaranya.
Sangat keterlaluan kalau Sdr Iwan masih mempermasalahkan 10 %, padahal gaji pilot gede2 dan mereka membantu secara moral. Coba saya check apakah Sdr iwan (yang mungkin pilot) pernah memberi 50 rb sekalipun pada masa sulit ?. ketika mereka demo pakai truk terbuka dan tidak makan sampai jam 4 sore ?.
Pak Nas, jangan terjebak emosi, mereka yang mempermasalahan uang BLT dan 10 % adalah orang yang tidak bisa melihat pengorbanan orang lain. Atau saya usul bagaimana kalau Sdr Iwan menggantikan pengurus Forsikad ?.
Minggo sore, saya dikontak oleh teman-2 Bekasi, yang menanyakan pertanggung jawaban DM Bekasi terhadap aset, uang kas dan administrasi pegawai di kantor tersebut. Dari pertemuan dengan sekitar 12 karyawan disebuah rumah makan bekasi, kita mendapatkan bukti bahwa DM Bekasi harus mempertanggung jawabkan dana kas sekitar 23 juta dan USD 2600 yang dibawah oleh yang bersangkutan, tanpa pertanggung jawaban yang jelas.
Jadi kita sudah meminta DM Bekasi, paling lambat hari senin (21/7) herus mempertanggung jawabkan aset dan uang kas kantor tersebut, kita sudah laporkan ke kurator untuk segera ditindak lanjuti, atau kita akan datangi rame2 kediamannya di sekitar jatiwaringin Pondok Gede.
Ketika dihubungi karyawan, yang bersangkutan agak berbelit dan mengatakan uang tersebut diserahkan pada Yundi Suherman, lantas pada Yosafat dll, namun kita sudah check semuanya bohong, jadi masih ada pada yang bersangkuta.
Saat ini, semua upaya kita akan lakukan, agar terkumpul dana 106 milyar agar gaji, pesangon dan jasa dan terkumpul dan dibagikan kepada yang berhak. Ini juga warning untuk DM-SM lain kota-kota lain, seperti Batam, UPG, juga kantor marketing se Jabodetabek, mohon kerjasama dan informasinya. Bagi rekan2 daerah, tidak perlu takut untuk memberikan info ke forsikad, baik melalui email atau HP ke ; 0813-15207149.
Reza Indra, anda dicari kawan2 Bekasi dan Forsikad !.
Sebagaimana diketahui, bahwa acces forsikad dan kurator mengenenai pembukuan dan rekening bank disetiap daerah telah kami miliki, termasuk info dari berbagai sumber yang care dengan aset dan harta adamair. Seperti beberapa tulisan di blog ini tentang surabaya, DM-SM surabaya masih menyimpan beberapa potensi aset dan dana yang belum mereka klarifikasi, sehingga kita terus kejar dan minta pertanggung jawaban, salah satunya adalah ang 100 juta lebih yang ada di Natalia dkk, dan akhirnya setelah Forsikad Sub dan Pak Abeng melakukan pendekatan, akhirnya mereka menagkui bahwa adanya dana tersebut dan dikembalikan sebesar rp 71 Juta senin besok.
Kepada rekan-rekan terutama DM-SM diberbagai daerah, kami membutuhkan kerjasama dan keterbukaannya, kami memiliki data tentang aset dan posisi keuangan disetiap cabang, jadi jika ada yang tidak melaporkan, bahkan menggunakan dana tersebut dengan tidak dapat dipertanggung jawabkan, maka kami akan melaporkan pada kurator dan menahan gaji dan pesangon SM-DM yang belum memberikan laporan yang benar.
Sekali lagi, terima kasih pada kawan2 di surabaya.
Dengan turunnya surat rekomendasi dari PHI berkenaan dan perhitungan pesangon dan gajim maka Forsikad mulai senin membuka nomor hotline, yang dapat diitelpon atau di sms unyuk menanyakan perhitungan pesangon dan jasa serta gaji setiap karyawan, sehingga diharapkan tidak ada kesalahan input data, karena Rabu (23/6) adalah penetapan kridetur oleh debitur.
Nomor yang dapat di acces ; 021-95321264 dan 021-99621820. kedua nomor ini dipegang staf HRD yang memiliki databse perhitungan gaji dan pesangon karyawan. SMS format ; nama/bagian/bulan-thn masuk.
usaha ini salah saytu upaya memperkecil kesalahan cara perhitungan.
terima kasih.
Dalam beberapa email yang saya dapat, ada yang mulai bertanya apakah benar bahwa Forsikad melakukan sesuatu tentang gaji dan pesangon, atau apakah benar serikat pekerja ini bekerja sesuai dengan apa yang ditulis dalam blog ini, Disertai maaf mendalam dan bukan bersikap membela diri, izinkan saya menyampaikan beberapa progress yang telah dilakukan selama ini ;
Pertama ; Pihak Depnaker melalui surat yang ditanda tangani petugas perantara Perselisihan hubungan kerja telah menetapkan bahwa 2999 karyawan adamair adalah karyawan yang syah dan tercatat sebagai penerima gaji dari April sampai Agustus 2008 yang dibayar tunai, dan pesangon dan jasa sebanyak 1x PMTK (rumusan lihat tulisan lain di Blog ini). Pada hari ini (Jumat, 18 Juli 2008) saya telah membuat surat kepada direksi untuk membuat persetujuan terhadap keputusan yang di keluarkan oleh depnaker tersebut. Pada hari ini juga saya telah membuat surat kepada kurator dan hakim pengawas, agar keputusan tersebut dijadikan sebagai dasar perhitungan pembayaran gaji karyawan dalam verifikasi kreditur tanggal 23 Juli yang akan datang. Telah dihitung oleh HRD sampai saat ini nilai gaji dan pesangon sebesar lebih kurang Rp. 106 Milyar.
Kedua, Sampai saat ini belum ada penjualan asset oleh kurator, baik tire, spare part, mobil dll, karena belum selesai di apprasail, jadi bagaimana mungkin ada pembayaran untuk gaji dan pesangon karena penjuala aset belum dimulai ? sampai ada verifikasi tanggal 23 Juli selesai.
Ketiga, Aset yang siap dan telah di appraisal adalah spare part dengan nilai sekitar Rp. 50-70 Milyar (perhitungan karyawan), tire sekitar 10-2 Milyar, Mobil sekitar 5 milyar. Jadi masih kurang. Kita memiliki asset engine di KKN (DPS), 17 unit rumah di Bandaramas, 2 unit rumah di Jogja dan Semarang, serta spare part yang masih ada di pihak ketiga. Namun untuk asset tersebut masih memerlukan kerjasama dengan direksi, karena belum ada klarifikasi dari keluarga pluit tentang sertaifikat tanah, BPKB dan keberadaan spare part yang ada diluar.
Keempat, untuk AC, Komputer telah terkumpul sekitar 150 AC, dan 350 komputer, ini belum selesai dinilai untuk dilelang. Untuk diketahui bahwa kawan-kawan yang mengambil AC/Kompt dikantor cabang dan beberapa TO d Jakarta adalah kawan-2 yang bergaji kurang dari 1,5 juta, mereka rela tidur dan pulang malam, termasuk menarik mobil dari beberapa pihak yang menggunakannya. Jadi saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras kawan-kawan di OC, GP dan Bandaramas.
Tanggal 23 Juli adalah verifikasi kredit, atau pencocokan antara hutang kriditur dengan pihak debitur perusahaan, termasuk pencocokan antara jumlah karyawan, gaji pesangon yang kita ajukan untuk disetujui oleh direksi, setelah disetujui baru diputuskan oleh kurator dan hakim besarnya hutang perusahaan pada karyawan. Baru setelah itu gaji dan pesango bisa dibayarkan.
Tanpa mengecilkan arti teman-teman yang telah bekerja keras, baik di Surabaya, Jakarta dan berbagai daerah lainnya, mohon pengertianya. Tidak ada sedikitpun maksud untuk memberikan info yang salah atau memanfaatkan karywan, mohon tidak usah khawatir karena ketentuan gaji dan pesangon (insyallah) telah ditetapkan oleh pengadilan, tinggal berusaha membantu kurator untuk mendapatkan uang sebanyak2 nya agar besarnya pesangon dapat terbayarkan.
Jika hasil kerja tersebut dianggap belum maksimal dan belum ada progress saya dan kawan2 forsikad minta maaf sedalam-dalamnya. Kita tahu bahwa kebutuhan kawan2 untuk membayar SPP, kontrakan rumah, biaya berobat dll sudah sangat mendesak, namun kami tidak berpangku tangan. kita masih bekerja untuk melangkap administasi pengajuan ke pengadilan (seperti surat kuasa) dll sampai tulisan ini dibuat.
Insyallah apa yang kami kerjakan, bukan cuma kami pertanggung jawabkan kepada anda semua namun kepada Tuhan, mohon ingatkan jika kami salah atau terlalu lamban. Kalau juga kami agak emosi dengan keluarga pluit karena belum memberikan data yang benar dan sertifikat pendukung, karena semata-mata agar dapat dijual untuk gaji dan pesangon.
Terakhir perlu juga kami sampaikan, sebagaimana di tulisan di blog ini. Kami tidak akan memotong 1 %-pun gaji dan pesangon karyawan, kecuali pilot, karena telah ada keputusa dalam rapat Forsikad bulan april 2008 yang lalu.
Demikian tahapan pembayaran gaji, dan mudah2an setelah verifikasi tanggal 23 dan penjualasn aset akhir bulan ini, dapat dibayar uang gaji dan pesangon dari dana tersebut. Apapun tuduhan yang anda kenakan pada kami, mudah2an waktu yang akan membuktikan salah atau benar yang kami telah lakukan.
Terima kasih dan salam dari OC.
Entah apa kriteria preman atau bukan, namun melalui beberapa pemilik properti yang dipakai Adamair di Sub, Natalia mengatakan bahwa karyawan di Sub dan Forsikad yang mengambil aset dibeberapa tempat adalah preman dengan bayaran uang. Ini bisa dibuktikan dengan datangnya pemilik rumah yang disewa di deltamas, awalnya termakan dengan hasutan tersebut.Padahal beberapa fakta yang terkuak adalah ;
Pertama, Karyawan terlah banyak dikorbankan karena ada indikasi karyawan fiktif yang sampai saat ini sedang kita telusuri. Kedua, ada kontrak perjanjian dengan pihak ketiga, yang menyerahkan aset adamair sebagai milik pihak ketiga tanpa pengetahuan direksi dan ada indikasi penggelapan aset. Ketiga, ada transaksi keuangan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, termasuk transaksi bulan Maret yang dikirim yang bersangkutan kerekening pribadinya. Keempat, penyelesaian asset yang masih belum diserahkan ke kurator oleh yang besangkutan dan menyangkut diphak-pihak lain.
Jadi selama ini sebenatnya siapa yang preman ?. termasuk menuduh hilangnya alat2 rumah tangga di deltamas karena perampokan ?. padahal jelas bahwa ketua RT di mess tersebut mengatakan tidak pernah terjadi perampokan, jadi sekali lagi siapa yang merampok ?.
Tuduhan bahwa kita yang mengumpulkan aset untuk membantu kurator agar bisa dijual dan mendapat gaji dan pesangon dari pejabat surabaya adalah pemutarbalikan fakta, jangan-jangan perampok menuduh preman mencuri permen ?
Bu Natalia, perlu klarifikasi, siapa yang preman ?.
Sore ini, sebagian alat2 GSE kita kirim ke Jakarta untuk dilaporkan ke kurator dan dilelang. Selain itu selama ini SUb kita temukan indikasi karyawan fiktif dan beberapa penggunaan dana dan hak2 karyawan oleh oknum pimpinan cabang SUB, bebrapa bukti itu akan kita serahkan ke kurator untuk fi follow up, bila perlu bagian dari laporan pidana yang dilakukan kroni selama ini.
Siang ini (selasa, 15/7) sesampai di Sub, kami langsung bertemu dengan pak Abeng di Mess dan kawan-2 teknik. Setelah melakuka breifing sebenantar dan menelpon Natalia dan meminta penjelasan tentang “perjanjian” palsu. maka kami menemui pak bambang yang memegang aset2 GSE yang harganya cukup mahal.
Setelah berbicara dengan ditemani Capt Hidayat, Capt Arwanto dan Pak Budiman Sakti, disepakati bahwa pak Bambang akan mengembalikan sebagian besar aset yang aa, beliau akan menahan sesuai dengan nilai tagihan yang ada, dan ini juga sampai menunggu keputusan dari hakim pengawas dan kurator. Alhamdulillah kurator menyetujui plan yang telah dbuat. sehingga sebagian besar aset GSE bisa diselamatkan dengan nilai yang cukup besar.
Terima kasih dengan kebesaran Jiwa Pak Bambang, dan pengertian kurator, semoga pengumpulan aset lebih banyak. Terlebih terima kasih kepada Pak Abeng yang telah 11 hari lebih di Surabaya, menghimpun karyawan2 Sub yang kehilangan pimpinan mereka. teirma kaih juga kepada anak dan istri beliau yang mengerti atas tututan tugas dari serikat pekerja, mudah2an selesai dan besok kita dan tentunya dengan Pak Abeng bisa ke jakarta lagi.
Salam dari Surabaya.
Pagi ini, dengan batavia, saya, capt Hidayat & Capt Arwanto ke Sub, membantu Pak Abeng untuk menyelesaikan masalah aset di Surabaya. Karena nilai aset tersebut cukup besar dan memang merupakan prioritas kurator untuk diselesaikan. Kita berusaha apapun bentuk aset yang bisa memberi nilai tambah terhadap jumlah total yang kita butuhkan untuk gaji dan pesangon akan kita uber dan serahkan ada kurator guna dibayar pada karyawan.
Jam 6 ini kami berangkat, walau jam 03.30 dri rumah diBekasi.
Dalam sebuah prahara besar seperti jatuhnya Adamair, para petinggi, direksi, manager memang terpukul, namun mereka dapat survive karena memeliki modal pendidikan, relasi dan dana yang membuat mereka kembali kedunia kerja. Namun berbeda halnya dengan kawan-kawan kita yang semata-mata selama ini mengandalkan tenaga dan bekerja semata mata mengandalkan hidupnya adamair. Tidak beroperasinya adamair membuat mereka kehilangan akses kedunia kerja.
Salah satu diantaranya adalah Mbak Kus dan Mbak Susi, ada beberapa lagi kawan-kawan mereka di bagian Dapur, OB dan kebersihan. Diantara mereka ada yang telah bekerja lebih dari 3-4 tahun, bahkan sudah sejak OC beroperasi di industri jasa TKW. Ketrampilan yang mereka miliki hanya semata bersifat dasar dan mengandalkan ketekunan semata. Mbak Kus dan Mbak Susi mereka bekerja di bagian kebersihan dan dapur. Perantau dari Jawa Tengah. Bahkan mbak kus orang tua tunggal yang menghidupi anaknya yang masih bersekolah di SD.
Kita tidk bisa membantu mereka lebih dari ruang lingkup pekerjaan kita, namun kita mencoba merubah paradigma yang selama ini untuk sebagai pegawai dan menjadi pemilik usaha. Melalui koperasi kita akan bersama-sama mengembangkan ketrampilan dan kemampuan mereka dalam masak-memasak di Dapur. Bahwa hasil masakan mereka enak dan boleh bersaing dengan warung disekitar OC akan kita lihat dalam beberapa waktu ke depan.
Modal relatif kecil, namun dengan membuka warung ini, setidak-tidaknya memberikan mereka harapan bahwa mereka dapat berusaha dan berupaya survive untuk kehidupan. Jadi jika ada sebagian yang iri dan tidak menyukai alternatif pemberdayaan karyawan, mungkin mereka masih terlalui egois untuk hidup dan senang sendiri.
Mbak Kus, Mbak Susi dan kawan-kawan bukan lagi sebagai karyawan, tapi mencoba untuk menjadi mitra usaha atas pekerjaan mereka sendiri. Mungkin ini adalah hikmah kejatuhan adamair.
Mau coba ? 10 hari kedepan, silahkan mampir diwarung warung K & S di sekitar OC, jamin enak dan murah.
Kawan-kawan, Potensi SDM mantan karyawan adamair baik didaerah maupun dipusat sangat banyak. Kita tahu bahwa penerbangan adalah teknologi tinggi yang membutuhkan SDM handal, namun banyak juga karyawan kita yang memiliki keakhlian khusus diluar penerbangan, seperti ahli service mobil, motor, AC bahkan masak-memasak.
Untuk itu, tidak semua dari kawan-kawan kita yang beruntung dapat langsung bekerja dan mampu mendapat peghasilan guna menopang hidupnya dan keluarga mereka. Untuk itu kita akan membuat koperasi untuk menampung keahlian dan kemampuan kawan-kawan kita tersebut.
Untuk itu, Pak Abeng sudah berjanji dengan Cik Fung Ing dan Mbak Kus untuk membuat warung pecel lele disekitar rawa bokor, Insyallah dalamm minggu-miggu ini kita akan memulai usaha tersebut. Setidak-tidaknya ada 5-6 karyawan bisa terbantu untuk berusaha menunjang keluarga mereka. Jika proposal dan prospek memungkinkan, kita juga akan membuka bengkel motor dan mobil dengan biaya yang relatif kecil dan masih mampu kita usahakan.
Senin pagi ini,kita akan rapat untuk menyusun kepengurusan koperasi forsikad, dan untuk teman-teman daerah kami langsung ikut sertakan, jika diantara kawan-kawan ada yang melihat peluang usaha yang prospektif, dengan mengandlakkan keahlian karyawan yang ada dan modal relatif tidak terlalu banyak, dapat memberi propsal untuk kita bahas dan jika mungkin dijalankan, dapat kita realisasi secepat mngkin.
Demikian terima kasih.
Alat-2 GSE di Sub cukup banyak, hampir 3 Milyar, dan saat ini ditangan kroni DM Sub, Namanya Bambang. Tadinya mereka mengklaim bahwa alat2 itu milik mereka. Setelah Pak Abeng dkk dapat menunjukan bahwa alat tersebut dibeli oleh adam dan kita memiliki bukti2 pembelian, mereka mundur dan akhirnya mengakui bahwa bukan milik mereka
Namun anehnya tetap mau mengklaim dan menyimpan aset tersebut dengan alasan perusahaan masih memliki outstanding pada pihak adam. Sore ini, saya dan Capt Hidayat setelah berknsultasi dengan kurator akan ke Sub dan meminta semua aset tersbeut untuk didata dan dijual secepatnya oleh kurator.
Ini bagian dari kerja Pak Abeng selama 1 minggu lebih di Sub. Jika perlu kita akan mengadukan mereka ke Polisi berkenaan dengan asset tersebut. Padahal semua orang tahu, bahwa selama ini ground handling di Sub banyak diuntungkan karena kongkalingkong dengan SM-DM Sub, namun sampai akhir tetap mau membuat sengsara karyawan.
Kita akan selesaikan segera..
Sungguh, agak sulit jika harus menjawab satu persatu pertanyaan dan menjawan beberapa pertanyaan kawan-kawan, khususnya yang di daerah maka saya coba untuk membuat berapa pertanyaan dan jawaban, mohon dapat dijadikan refrensi.
Tentang Gaji & Pesangon ;
Q ; Sampai kapan gaji kita dihitung ?
A ; dari April sampai Agustus (sesuai rekomendasi Depnaker, atau keputusan kurator)
Q ; Berapa jumlah karyawan yang menerima gaji ?
A ; sesuai degan daftar yang diberikan kepada depnaker, sebanyak 2999 orang, per 1 April 2008.
Q ; Bagiamana menghitung pesangon ?
A ; Pesangon ada 3 komponen. Pertama Pesangon yang rumusnya n + 1. (N adalah masa kerja). Kedua Uang jasa khusus untuk yang kerja lebih dari 3 tahun dapat 2x gaji sebagai jasa. Ketiga uang kesehatan dan perumahan 15 % dari total uang pesangon dan masa kerja, dan ditambah 5x gaji April sampai Agustus.
Q ;Apasaja komponen gaji
A ; Gaji pokok, tunjangan tetap (seperti jabatan, jam terbang dibawah 40 jam)
Q ; Bagimana prosedur pebayaran?
A ; Transfer ke rekening bank masing-masing.
Q ; Bagaimana karyawan yang sudah pulang kekampung halaman dari tempat kerja
A ; tetap mendapat gaji dan dibayar via bank.
Q ; Bagaimana kita tahu nama kita masih terdaftar di perusahaan.
A ; Selama tidak membuat surat penguduran diri, dan maret masih di gaji masih mendapat gaji dan pesangon.
Tentang Refrensi Kerja
Q ; Apakah ref kerja (lolos butuh bisa didapat)
A ; Bisa, dapat diambil di OC jam kerja, untuk yang daerah dikirim kekantor daera dan dbagi dimasing-masing daerah
Q : apakah lolos butuh mempengaruhi pesangon ?
A ; Tidak, walau lolos butuh diberikan pesangon tetap didapatkan.
Tentang Potongan ;
Q ; apakah ada potongan gaji
A ; Selama tidak ada pinjaman dan tidak memegang asset perusaahan tidak ada potongan apapun.
Q ; Siapakah yang dipotong gaji untuk jasa serkat pekerja ?
A ; Hanya pilot sebesar 10 %, karyawan lain tidak dipotong kecuali ada yang mau menyumbang sukarela.
Kawan-kawan, sejak minggu lalu. Kurator meminta laporan keuangan dari direksi. Baik untuk dirut & dirkeu (semuanya mantan). Laporan keuangan ini bukan saja tahun 2006 tapi juga 2007. Namun sampai akhir minggu kemarin belum ada tanggapan dari direksi. Termasuk didalamnya soal daftar aset.
Jadi kalau direksi tidak bisa membuat dan memaparkan laporan keuangan, berapa neraca rugi laba dan cash flow perusahaan, sesungguhnya perusahaan ini bergerak dalam bidang apa ?. Airlines atau toko kelontong ?
Pak Nas, apakah rekomendasi dr Depnaker ini merupakan patokan bagi pengadilan untuk memenuhi jumlah hak-hak yang akan diterima oleh karyawan?
Karena apabila SELURUH aset Ex-Adam Air yang akan dan telah dilelang/dijual tidak mampu mengcover semua biaya pesangon dan gaji karyawan, maka pastinya rekomendasi tsb tdk bs berjalan sebab yg ngantri klaim ke EX-ADAM AIR gak cuma karyawan saja kan? Ada travel agent, supplier, Pertamina, AP2, dll.
Mohon diklarifikasi ya Pak kalau misalnya saya salah tanggap.
Yang saya juga ingin tahu, sampai saat ini sudah berapa banyak aset ex-Adam Air yang telah dijual/dilelang, berapa banyak aset yang telah ditahan untuk kemudian dijual/dilelang, dan berapa banyak dana cash Adam Air yang tersisa. Dan kira2 berapa banyak total dana yang dibutuhkan untuk membayar seluruh hak karyawan saja, blum trmasuk kwajiban thd kreditur yg lain lho.
Kiranya ada rekan2 FORSIKAD yg dpt menjawab pertanyaan ini saya sangat berterima kasih, krn rasa penasaran ingin tahu yg tdk bs dibendung hehe..
Semoga segala daya upaya, kerja keras tim FORSIKAD dapat membuahkan hasil yg maksimal, maaf bila saya hanya bisa membantu dengan doa
Jawaban ;
Bung Faisal, perlu dijelaskan sebagai berikut ; Rekomendasi depnaker adalah patokan dari Kurator untuk membayar besaran gaji dan pesangon bagi karyawan. Karyawan adalah kreditur preferen yang dibayar pertama kali setelah pajak. Kedua kreditur saparatis, adalah Bank yan memegang aset jaminan, setelah itu baru konkruen seperti pertamina, pemasok, suplier dll. Jadi Insyallah kita adalah prioritas pembayaran setelah pajak. Jumlah besaran gaji dan pesangon sekitar 105 sd 120 milyar.
Kedua, masalah besaran aset, memang sampai saat ini dalam hitungan rekan-rekan tehnik, seperti ban (tire) spare part, mobil, dll baru ada sekita 70 milyar, mudah2an aset bertambah jika direksi koperatif dengan kurator, saat ini karyawan dan forsikad lagi membantu kurator memberi data dan mengumpulkan untuk didata kurator.
Ketiga, kita membutuhka kerjasama dan keterbukaan, tentang info apasaja untuk mendapatkan dana sebesar itu, jadi mohon bantuannya.
Terima kasih.
saya baru bisa isi blog ini sekarang,karena ada permasalahan yang harus dislesaikan.
Memang aneh permasalahan di Surabaya ini,teman2 disini sangat resah karena tidak adanya info yang didapat dari pusat.
Saya masih disini sampai permasalahan selesai,karena saya kuatir teman2 disini kacau balau lagi.
Mulai dari adanya Serikat Pekerja yang mewakili karyawan Sub yang mengklaim bahwa mereka lebih dulu dari Forsikad dan lebih sah dari Forsikad.
Saya sempat kecewa berat,jelas2 mulai dari awal teman2 di pusat yang bergerak sampai dengan pengumpulan aset sampai sekarang terus bekerja karena itu adalah bagian dari gaji dan pesangon.
Yang lebih aneh lagi Serikat Pekerja disini menjanjikan bahwa mereka adalah urutan pertama dalam penerimaan gaji dan tidak boleh mencabut surat kuasa.
Ada indikasi menuru saya karena ulah beberapa orang yang tidak mau mencabut surat kuasa serta memberi keterangan kalau ada yang mencabut maka mereka akan menuntut (aneh sesama karyawan memberi peryataan seperti itu,sedangkan Forsikad berjibaku mengumpulkan aset).
Banyak karyawan yang hanya ikut2an dan tidak mengerti jadi pada resah,karena mereka ingin bergabung dengan Forsikad,tapi ada tuntutan dari tidak lebih 5 MANTAN KARYAWAN yang merasa dirinya HEBAT DAN BERKUASA.
Belum lagi SM yang sampai saat ini tidak berani menemui saya,padahal saya menjamin KESELAMATAN NYA,karena aset kendaraan motor disini acak adut.
Saya baru dapat 4 mobil dan 6 motor yang sudah diserahkan.
Mohon bantuan teman2 kalau mempunyai data kendaraan dapat memberikan info melalui blog.
Besok DM mau menyerahkan mobil kijang yang dipakai melalui pengacaranya dan hanya mau menyerahkan langsung ke kurator.
Saya sempat kecewa karena hanya DM dan SM yang tidak menghargai saya selaku perwakilan dari Forsikad.
Sempat hari ini jam 20.00 saya dengan beberapa teman dan kurator mengadukan ke Kepolisian dalam
delik penggelapan,tapi dalam perjalan pengacara DM menelpon kurator dan akan menyerahkan besok jam 9 pagi.
Teman2 sudah tidak sabar lagi menunggu sampai besok pagi,kalau besok jam 9 pagi tidak ada indikasi baik langsung teman2 melapor kePolisi.
Tunggu info selanjutnya besok ya……
Kawan-kawan, rekomendasi dari Depnaker Cq direktur PHI sudah kita dapatkan. Ada beberapa klausul yang mereka sarankan untuk PHI sehubungan dengan pesangon dan jasa serta gaji karyawan.
Pertama, besarnya pesangon dan jasa adalah 1x peraturan menteri tenaga kerja. Kedua, Gaji dibayar dari April sampai Agustus akhir, jadi 5 bulan. Rekomendasi ini kita akan sampaikan kepada Kurator dan Hakim pengawas, dan sesegra mungkin dicatat sebagai kreditur untuk mendapat hak preferens. Jumlah karyawan yang didaftarkan adalah 2999 orang.
Hal ini merupakan patokan bahwa nilai dan jumlah yang dibayar mempunyai kekuatan hukum. baik didepan kurator maupun dari depaker. Jumlah total akan saya posting senin nanti. sedangkan setiap orang nanti kita akan upayakan dapat diakses dan dilihat mulai kamis depan.
Banyak kepada saya menanyakan tentang surat kuasa dan foto copy KTP, mohon diperiksa lagi dalam tulisan saya di blog2 ini. maka kami sampaikan lagi bahwa ;
Pertama, bagi mereka yang telah memberikan kuasa dan melampir copy KTP pada beberapa bln yang lalu, maka tidak perlu lagi membuat kuasa dan fotovopy.
Kedua, Bagi teman yang tidak memberikan kuasa dan copy KTP TETAP MENDAPAT GAJI DAN PESANGON, Kuasa diperlukan untuk persyaratan administrasi di depnaker dan kurator, namun yang tidak memberikan kuasa sekalipun tetap mendapat hak-haknya.
Ketiga, Kuasa tersebut kolektif tidak perlu perorang, namun jika ada yang mau dibuat perorang maka juga tidak jadi masalah, hanya masalah penghematan semata.
Keempat, Semua pembayara gaji dikirim melalui bank, tidak ada yang melalui cash, kecuali mereka yang masih memegang asset perusahaan, seperti mobi, laptop atau asset2 lainnya.
Kelima, Persyaratan kuasa semata-mata hanya jangan sampai ada orang yang mengklaim hak-hak karyawan dengan meminta jasa prosentase yang besar, hal ini sangat tidak adil dan mengambil keuntungan diujung perjuangan.
Sekalilagi, mohon dibaca dan lihat kronologis tentang kuasa dan copt KTP di blog ini, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penjelasan sebelumnya.
Keenam, bagi teman-teman yang ingin mengikuti penjelasan secara langsung, besok hari jumat dapat datang dan bertem langsung dengan kawan-kawan forsikad dan saya sendiri jam, kerja.
Salam dari OC.